Asap Kebakaran Hutan, Mengancam Ibu Hamil dan Balita

Islamedia – Jangan dianggap sepele! Menghirup udara di tengah kabut asap akibat kebakaran hutan rupanya dapat berdampak serius bagi balita dan ibu hamil. Polusi udara dapat mengancam balita atau janin menjadi idiot.



Dokter Azizman Saadn Spesialis Paru Konsultan dari RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, mengatakan dampak dari kebakaran hutan adalah menimbulkan partikel debu yang sangat halus. Udara Riau pada level ‘berbahaya’ kebakaran hutan menimbulkan metan dan karbondioksida.

“Kualitas udara kini menurun drastis dari batas normal 20,93 persen. Sekarang oksigen murni hanya sebatas 1 persen. Inilah yang berbahaya buat kesehatan kita,” kata Azizman saat berbincang dengan detikcom, Rabu (12/3/2014).

Dengan kualitas oksigen yang menurun, lanjut Azizman, hal itu akan mempengaruhi sel otak khususnya balita. Oksigen yang sudah di bawah normal, dengan sendiri tidak bisa menormal udara di sel otak pada anak.

“Imbas jangka panjangnya, inteligency pada anak akan menurun. Bila terus menerus dialami balita, kelak terjadi penurunan inteligency dan berakibat fatal menjadi idiot. Itu resiko terburuk buat balita imbas dari kabut asap kebakaran hutan ini,” kata dr Azizman.

Sedangkan untuk ibu hamil, lanjut Azizman juga rentan terserang penyakit yang berimbah pada janin. Kondisi okisigen yang telah tercemar di bawah batas, juga akan mempengaruhi ibu hamil. Tidak maksimalnya kualitas oksigen karena asap juga akan merusak jaringan sel pada janin.

“Sel pada otak janin juga tidak bisa berkembang normal. IQ-nya bisa rendah. Begitu juga postur janin ketika dilahirkan bisa mengecil. Ini imbas asupan udara yang diberikan ibunya merupakan udara yang tercemar mengandung metan dan karbondioksida dan partikel debu halus sisa pembakaran hutan,” kata Azizman


Masih menurut Azizman jika kebakaran hutan terus menerus terjadi, ini merupakan efek buruk untuk jangka panjang. Anak-anak di Riau tingkat kecerdasannya terancam dibawa normal.



“Ini bukan main-main soal pencemaran udara dari kabut asap kebakaran hutan. Kalau standar kesehatan, ya mestinya masyarakat harus sudah diungsikan. Tapikan itu tidak mungkin dilakukan pemerintah,” Azizman.

“Sedangkan untuk orang dewasa, selalu merasakan pusing, badan terasa lemas, mual. Itulah pengaruh oksigen yang dihirup dibawa batas normal. Jangka panjangnya terancam penyakit kanker paru-paru,” kata Azizman. [detik]

sumber Islamedia – Media Informasi Islami http://ift.tt/1hhdKNF

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s