Analisis Pemilus 2014: PKS Diprediski Memperoleh Suara Signifikan

Islamedia – Hasil survei yang dirilis oleh berbagai lembaga survei seperti Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Saeful Muzani Reseach and Consulting (SMRC),  Lembaga Survei Median, Lembaga Survei Jakarta (LSJ) dan lain-lain yang menempatkan PKS sebagai partai gurem dengan perolehan suara antara 2%-4% tidak bisa dijadikan rujukan untuk menentukan hasil akhir Pemilu 2014, karena sampai dengan bulan maret 2014 initernyata jumlah pemilihyang  belum menentukan pilihannya masih sangat besar yaitu 45,8% (Survei CSIS). Hal ini perlu diwaspadai, karena hasil survei terhadap PKS tahun 2009 pun meleset sangat jauh, hasil survei LSI : PKS memperoleh 3,2% namun pada kenyataannya PKS memperoleh 8.206.955 suara atau 7,88%.

Berdasarkan observasi lapangan di berbagai wilayah di seluruh Indonesia selama masa kampanye berlangsung,  ternyata dukungan masyarakat  terhadap PKS cukup besar dan cenderung bertambah terutama di desa-desa. Kampanye PKS di berbagai daerah selalu dibanjiri massa, sedangkan aktifitas kampanye partai lain terlihat sepi tidak terkecuali Golkar, PDIP dan Partai Demokrat.  Fenomena Ini menunjukkan gejala abnormal dalam politik, semestinya setelah adanya kasus korupsi impor daging sapi yang tersebar luas di masyarakat melalui tayangan infotainment  televisi dukungan kader dan masyarakat terhadap PKS menjadi turun drastis, tetapi menunjukan gejala sebaliknya.

Data hasil observasi lapangan, menunjukkan kader dan relawan PKS di berbagai daerah semakin solid dan agresif melakukan dor to dor campagne atau menurut istilah PKS disebut gerakan silaturahmi (Gesit). Berdasarkan berbagai sumber yang dapat dipercaya, PKS telah mengerakkan dua juta setengah lebih kader dan relawannya untuk melakukan program Gesit selama kampanye pemilu 2014. Secara matematis sederhana, kalau satu kader atau relawan berhasil mendekati minimal 5 orang pemilih saja, maka angkanya akan fantastis yaitu PKS akan memperoleh 12,5% dalam pemilu 2014, belum lagi ditambah dinamisnya pergerakan 4 Gubernur PKS yaitu Gubernur Jabar, Sumbar, Sumut,Malut dan pergerakan Bupati dan Walikota PKS di daerah-daerah. Berdasarkan hitunganangka tersebut, PKS diprediksi bisa menembus 3 besar partai pemenang pemilu 2014 dengan perolehan suara sebesar 14 % lebih.

Setelah dicermati secara mendalam, ternyata faktor yang menyebabkan soliditas dan agresifnya pergerakan kader dan relawan PKSdalam melakukan kampanye adalah munculnya kecemasan yang besar, PKS tidak lolos electoral threshold (ambang batas parlemen) pada pemilu 2014 seperti yang dialami oleh PK pada pemilu 1999 dimana PK pada saat itu hanya mendapat 1.436. 565 suara atau 1,36 %. Kecemasan itu ternyata mempunyai dampak positif bagi kader dan relawan PKS yaitu melahirkan semangat yang menggelora di kalangan kader dan relawan PKS untuk memenangkan  pemilu 2014  dan membuktikan bahwa  ramalan lembaga survei itu salah besar (tidak valid). Kami melihat fenomena ini seperti kecemasan seseorang yang sedang dikejar anjing, sehingga bisa dapat berlari sangat cepat dan dapat melompati pagar yang tinggi tanpa sadar.

Walupun pada Pemilu 2014, suara PKS diprediksi lebih kecil dari suara PDIP (19%) dan Golkar (17%) sebagaimana analisis pemilu bagian sebelumnya, namun fenomena semacam ini sangat mengkhawatirkan, sehinggaperlu mendapat perhatian khusus.Dengan perolehan suara PKS sebesar 14% lebih pada pemilu 2014, PKS dapat mengubah konstelasi politik mendatang, termasuk dalam pemilihan presiden dan wakil presiden. Pada pemilihan presiden dan wakil presiden mendatang, diprediksi PKSakan memiliki peran strategis dan akan menjadi motor dalam membentuk koalisi besar bersamaGolkar, Gerindra, Partai Demokrat, PPP, Hanura, PBB, PKPI untuk menghadang pencapresan Jokowi yang diusung oleh koalisiPDIP, PAN, PKB, Nasdem.Indikasi terbentuknya koalisi besar tampak nyata di depan mata yaitu adanya komunikasi yang sangat  intens antara pimpinan teras PKS dengan pimpinan teras Golkar, Gerindra dan PPP. Apabila sekenario ini terjadi, pencapresan Jokowi akan menghadapi tantangan yang cukup besar dan berat, sehingga sulit untukbisa memenangkan pemilihan presiden dan wakil presiden mendatang.Untuk memuluskan Jokowi menjadi presiden, perlu dirumuskan skenario kedua yaitu menarik PKS ke dalam koalisi yang dipimpin PDIP dengan konsesi wakil presiden diberikan kepada PKS, sehingga pada pemilihan presiden yang akan datang hanya terdapat dua Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden yaitu Pasangan Prabowo Subianto-Abu Rizal Bakri melawan Pasangan Jokowi-Ahmad Heriawan.

PHILIPUS NUGROHO
Jaringan Rakyat Progresif untuk Pemilu Indonesia
(JRPPI)

sumber Islamedia – Media Informasi Islami http://ift.tt/1lNe4JS

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s