Mengapa Mardani Puji Presiden Jokowi

Mardani

“ Dek, tahu ga? tadi di acara silaturahim balasan ke kantor DPD PKS Bandung, ust.Mardani yang Cawagub DKI Jaya   di depan  forum menyebut materi-materi  kultwit Mama tiga tahun lalu”, Aku dengan nada girang bertutur pada si bungsu. “Oh begitu ya Ma…cie cie” begitu ledekannya. “Huu…apaan sih. Mama hanya ingin menyampaikan kok ada  petinggi partai mengingat hal yang nampak sepele”, segera menyusul penjelasanku.
Jujur tiga tahun lalu, pernah tiba-tiba mual mendengar pujian berkali dari Mardani Ali Sera selaku Ketua DPP PKS Bidang Koordinasi Kehumasan di kantor DPP PKS  dihadapan tim REDI Humas PKS Bandung. Betapa tidak. Di tengah masih terasa hangat kecewaan melihat  pilpres yang dimenangkan Jokowi, karena tercium ada penggelembungan suara, Mardani Ali Sera malah melontarkan beberapa pujian pada Presiden terpilih Joko Widodo. Menurut penyandang gelar S3 yang dimiliki anak betawi ini, Jokowi pantas untuk menang. Orangnya itu cerdas, merakyat dan bla..bla
Pujian diatas terulang pada kunjungan kemarin malam. Bahkan tak hanya Presiden Jokowi yang dipuji, tapi dengan raut muka tulus, secara ksatria Mardani juga melontarkan pujian  atas  capaian kinerja petahana yang akan maju di Pilgub DKI Jaya nanti.  Tak lazim ditelinga rasanya  sesama calon yang maju dalam Pilgub memuji calon lain, karena bisa  menambah poin positif. Bahkan Mardani menitipkan pesan “Bermainlah yang santun dan cantik. Hindari kata hujatan yang bisa melukai.hati. Sehingga menang atau kalah adalah hal yang lumrah. Kita tak perlu jauh berpikir hasilnya, karena soal hasil hak prerogratif Allah.  
Di forum silaturahim malam itu tak ada kata hujatan yang terlontar. Padahal  kabar miring petahana sudah menjadi konsumsi masyarakat sehari-hari. Betapa tergambar dirinya tak ingin mengotori hati.
Halnya ada beberapa kinerja yang mengakibatkan pemborosan dan sebagainya biarkan ahlinya yang bicara sesuai data. Itu penjelasannya, ketika membaca suasana hati kami pendengarnya yang gerah segera ingin menanggapi . Jleb. Serasa akulah yang disasar, selama ini salah memahami. Sehingga …masyaallah… poin kebaikan Cawagub DKI ini makin bertambah. Karena selain murah senyum, juga berani berkata jujur sesuai nurani, meski resikonya tak disukai.  
Tak puas hanya berpesan di forum silaturahim. Pria yang pernah mendapat kesempatan mengikuti Program Lemhannas Pendidikan Reguler Angkatan XLIV 2010 mengulang sekali lagi dalam wawancara yang diselenggarakan pihak PKS TV Bandung seusai acara silaturahim, bahwa segenap kader dalam berjuang harus terus menjaga niat, berbekal hanya taqorub ilallah, biarlah Allah yang menentukan hasilnya. Sikap ini diperlukan agar jika  akhirnya kalahpun, tak muncul rasa penyesalan dan saling menyalahkan.
Mardani sedang melakukan wawancara

Mardani menjelaskan pula dalam wawancara itu bahwa di PKS tidak pernah membangun budaya Superman tapi yang ada Super Team. Sehingga ketika partai telah memutuskan, kader sebagai bagian dari partai wajib menjalankan. Demikian halnya dengan pencalonan  Cawagub ini, dirinya beserta kader tugasnya mengetuk pintu-pintu rumah, masuk ke relung-relung pintu masyarakat. Mudah-mudahan masyarakat memahami dan mencatat bahwa pasangan Sandiago-Mardani siap melayani, sebagaimana seharusnya prinsip yang harus dipegang seorang pemimpin.  
  
Saudara, bagi diriku  selaku host dalam wawancara itu, menjadi  makin tertanam pesan moralnya yang harus benar dipegang untuk seorang pejuang dakwah.
(Frieda Kustantina)  
       

sumber PKS Kota Bandung http://ift.tt/2cMQCQ6

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s